Sensasi Piknik di Floating Market Lembang

Hai…akhir pekan ini tim Koper Mini jalan-jalan ke Paris Van Java alias Bandung. Well, di setiap penghujung minggu, lalu lintas dari ibu kota menuju Bandung memang cenderung padat. Kami pun sempat was-was sebelum berkendara ke sana. Tapi ternyata kami cukup beruntung, jalanan relatif lancar jadi bisa sampai di Bandung sesuai target. Koper Mini cukup sering menghabiskan akhir pekan di Bandung dan sekitarnya. Sebelumnya kami pernah menjelajah Kawasan wisata Farm House, bahkan 2 kali mengunjungi D’Ranch di Lembang, Jawa Barat. Nah kali ini kami tertarik untuk piknik seharian di Floating Market, salah satu kawasan wisata yang jadi magnetnya Lembang. Dari pusat kota Bandung, Floating Market bisa ditempuh dengan perjalanan mobil selama kurang lebih hampir 1 jam. Kawasan wisata kebanggaan warga Jawa Barat ini terletak di Jalan Grand Hotel No. 33 E Lembang, Jawa Barat.

Floating Market Lembang menyajikan konsep wisata yang unik. Membuat pengunjung merasakan sensasi bertransaksi di pasar terapung tradisional seperti yang ada di Bangkok, Thailand dan sungai Kuin, Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Di sini pengunjung bisa membeli makanan tradisional khas Jawa Barat, sayur mayur, ikan segar dan lain-lain dari kios-kios berbentuk perahu. Bahkan area makan dikelilingi danau yang indah. Kita bisa merasakan nikmatnya berkuliner ria sembari menikmati semilir angin Lembang yang sejuk.

Kesan pertama setelah memasuki area Floating Market, area parkirnya sangat luas, jalan menuju pintu masuknya cukup jauh, jadi kalau cuaca sedang panas, jangan lupa membawa topi ya. Harga tiket masuk per orang 20 ribu rupiah, sudah termasuk kupon welcome drink dengan pilihan rasa lemon tea, hot cappuccino dan hot chocolate. Untuk parkir mobil dikenai tiket 30 ribu rupiah.

Sebelum memasuki kawasan pasar terapung, pengunjung terlebih dahulu disambut dengan berbagai permainan untuk anak-anak. Kegiatan edukatif yang bisa diikuti si kecil lumayan bervariasi lho. Ada aktifitas mewarnai kaos dan keramik, naik becak mini, memberi makan kelinci, hingga naik kereta api ala choo choo train. Uniknya lagi, untuk bisa bertransaksi di semua Kawasan Floating Market, pengunjung harus menukar uang rupiah mereka dengan koin-koin. Di setiap koin tertera nominal 5 ribu, 10 ribu dan yang terbesar 20 ribu. Sebaiknya menukar uang secukupnya saja, karena di sini koin tidak bisa di-refund atau dikembalikan lagi ke uang Rupiah.

Untuk pemanasan, Jingga dan Bara memilih mengayuh becak mini, harga koinnya 20 ribu rupiah untuk 2 putaran. 1 becak mini bisa digunakan 2 anak sekaligus. Di sepanjang rute becak, kita juga bisa menikmati pemandangan lain, termasuk berfoto dengan kuda poni. Waah, seru yaa…Setelah asyik berfoto ria, anak-anak memilih permainan lain, yakni mewarnai kaos dengan cat air. Wah, ini menyenangkan sekali, anak-anak bisa sambil belajar mengaplikasikan warna, dan tentu saja kaos kreasinya bisa dibawa pulang. Yippiee!

Petualangan belum berakhir…di sisi kanan dari pintu masuk ada taman kecil yang dipenuhi penghuni-penghuninya yang menggemaskan. Siapa lagi kalau bukan si Peter Rabbit? Hahaha…Kalau melihat penampakan para kelinci lucu ini, kami jadi teringat film “Peter Rabbit” yang beberapa waktu lalu sempat mencuri perhatian penonton bioskop. Di sini, kelincinya gendut-gendut dan bersih. Per anak harus menukar koin seharga 20 ribu rupiah, dengan bonus 2 ikat wortel.

Dengan tanpa didampingi orang tua, mereka berpetualang di taman, sambil mengejar-ngejar kelinci. Kelinci memang paling suka wortel, tapi terbayang kan kalau taman ini sudah dibuka seharian, berapa banyak pengunjung cilik yang berlarian membawa wortel untuk kelinci-kelinci ini. Bisa jadi mereka sudah kenyang, jadi tak perlu dipaksa makan wortel lagi. Cukup disayang dan dibelai bulunya, mereka pun senang.

Pasar Terapung

Tak terasa hari beranjak siang, kami segera melangkah ke area pasar terapung. Bau sate maranggi yang sedang dibakar membuat perut bergejolak. Tapi jangan berhenti hanya di depan perahu sate, di ujung sana masih banyak sekali menu lain yang mampu menggoyang lidah sekaligus hemat di kantong. Untuk ukuran Kawasan wisata, makanan di sini harganya cukup realistis.

Contohnya untuk satu porsi sate Maranggi dihargai koin setara 35 ribu rupiah. Sementara seporsi tempe mendoan berisi 3 tempe dihargai 10 ribu rupiah.

Mendoan lengkap dengan cabe rawit

Mendekati sore hari, cuaca di Lembang semakin bersahabat dengan suhu yang sejuk. Kami memutuskan melanjutkan petualangan dengan menaiki sepeda air yang disewakan di sekitar danau. Cukup membayar koin 30 ribu, sepeda air bisa digunakan berkeliling danau selama setengah jam.

Jika tidak ingin mengayuh, ada juga perahu rombongan yang menggunakan mesin. Kami menghabiskan waktu seharian di kawasan ini. Meskipun matahari mulai tenggelam, anak-anak masih saja ingin bermain.

Kami putuskan mengelilingi kawasan ini sekali lagi, dan tarraaa..akhirnya kami menemukan wahana yang seru, booth VR alias Virtual Reality yang ada di pinggir danau. Jingga memilih tema “candy land” sementara Bara memilih tema “Ice World”. Di kursi VR, mereka menggunakan perangkat kaca mata khusus, sehingga tampilannya lebih nyata. Setiap kursi bergerak, anak-anak berteriak dan tertawa kegirangan. Wah, tidak terbayangkan ada wahana secanggih ini di pinggir danau yang luas. Hehe.

Kami menutup hari dengan hunting foto di lokasi yang menarik di Kawasan Floating Market, salah satunya adalah rumah-rumah tradisional yang sebagian dibangun untuk dimanfaatkan menjadi toko-toko souvenir dan oleh-oleh.

Selain itu, ada juga dermaga kecil yang menjadi tempat favorit anak-anak memberi makan ikan-ikan mas. Duh, suasana ala desa ini yang selalu membuat kami ingin kembali ke Lembang. Indah dan menentramkan.

Di kios kecil di depan dermaga ini disediakan makanan ikan seharga 2 ribu rupiah. Anak-anak sampai tidak ingin beranjak dari dermaga, saking girangnya melihat ikan berwarna warni. Alhamdulillah, serunya piknik di Floating Market, murah meriah dan yang terpenting anak-anak hepii. Sampai jumpa lagi, Lembang!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *