Piknik Asyik di Kebun Raya Bogor

Anak-anak bosan berakhir pekan di Mal atau Pusat Perbelanjaan? Jangan khawatir… Kali ini Koper Mini mengulas destinasi menarik yang bisa dikunjungi di akhir pekan. Salah satu tujuan favorit para pecinta kegiatan luar ruang adalah Kebun Raya Bogor. Hanya dengan berkendara sekitar 1,5 jam dari Jakarta, anda akan sampai di Kebun Raya yang lokasinya berdampingan dengan Istana Bogor ini. Dengan luas 87 hektare, Kebun Raya kebanggaan warga Kota Hujan ini menyimpan sekitar 13.000 koleksi tanaman.

Kolam Taman Astrid

Akhir pekan ini kami sengaja staycation di Bogor supaya lebih puas piknik di Kebun Raya. Jingga & Bara sudah tidak sabar mengemas keperluan piknik mereka, selain berbagai camilan yang dimasukkan ke dalam wadah penyimpanan, mereka juga membawa mainan, boneka, dan tak ketinggalan, skateboard dan sepeda! hahaha…Rupanya mereka berniat menghabiskan waktu dengan bersepeda keliling Kebun Raya. Oh ya, jangan lupa membawa alas kain untuk piknik ya.

Asyiknya Berkeliling Kebun Raya Naik Sepeda

Kebun Raya Bogor memiliki 4 pintu masuk yang ada di empat penjuru mata angin. Hal ini untuk memudahkan pengunjung memasuki Kebun Raya Bogor dari arah manapun mereka datang. Pintu masuk utama ada di ujung Jalan Juanda. Namun kami memilih masuk dari pintu yang dekat dari arah Tugu Kujang. Harga tiket masuk ke Kebun raya Bogor cukup murah lho, ini detilnya:

  • Wisatawan domestik: Rp. 15 ribu
  • International Tourist: Rp. 25 ribu
  • Kendaraan Roda 4: Rp.30 ribu
  • Parkir Roda 2: Rp. 5 ribu
  • Sepeda : Rp. 5 ribu

Bara dan Jingga sudah tidak sabar mengayuh sepeda mereka. Sejauh mata memandang hanyalah hamparan hijau tanaman yang membuat hati kita makin teduh. Hmmm…nikmatnya udara segar ini. Berjalan semakin ke dalam ke kawasan Taman Astrid, kami bisa melihat berbagai aktifitas pengunjung di kawasan wisata ini. Ada yang menggelar outbond dengan teman-teman kantornya, ada juga serombongan ibu-ibu pengajian yang sedang rihlah sambil mengaji di atas rumput. Subhanallah makin teduh hati ini melihatnya. Jingga & Bara sangat senang berkeliling di area Kebun Raya. Kami juga melihat banyak pengunjung yang membawa anak-anak dan bayi turut menggelar kain di atas rerumputan. Jika anda lupa membawa alas, ada warga setempat yang menjual alas plastik seharga 10 ribu rupiah.

Pemandangan dari Green Garden Cafe

Tak terasa hari makin siang, kami memutuskan mampir di Green Garden Cafe yang letaknya di tengah-tengah Kebun Raya ini. Dulu cafe ini disebut “Cafe Dedaunan”. Saya beberapa kali berkunjung ke Kebun Raya dan mendapati penganan terlezat di Cafe ini, namanya poffertjes. Camilan khas Belanda yang terasa seperti pannekuk namun teksturnya lebih lembut. Biasa disajikan dengan gula halus. Benar saja, anak-anak ternyata juga menyukainya. Bahkan sampai kami pulang ke rumah, rasa Poffertjes ini masih terbayang-bayang di lidah. Hmmm….lembutnyaa 🙂

Poffertjes ala Green Garden Cafe

Puas meredam lapar, kami segera menggelar kain di bawah sebuah pohon yang cukup besar. Anak-anak sudah tidak sabar berpiknik ria. Jingga ikut menata sebagian kudapan yang sudah kami packing dalam kotak. Boneka-boneka Little Pony dia sandingkan di sana. Kami duduk bersantai sambil menikmati semilir angin sejuk. Duuuh serunya piknik di Kebun Raya Bogor. Kami pasti akan mengulangnya lagi suatu saat.

Menikmati Semilir Angin

Hari beranjak sore, kami bergeser mengelilingi sudut Kebun Raya yang lain yang belum kami kunjungi. Sepanjang jalan di kanan-kiri, ada penjual es krim khas Kebun Raya. Hanya dengan 3 ribu rupiah saja, anda bisa mencicipi es krim berbagai rasa (yang lebih layak disebut es puter) ini lengkap dengan cone. hehehe. Yang penting anak-anak suka. Bara bahkan habis 2 es krim loh…

Saat berjalan di jalan yang mengarah ke Herbarium, kami melihat satu bangunan yang unik. Bentuknya bulat, sebagian seperti rumah kaca berbentuk kepik. Usut punya usut, ternyata ini adalah ecodome milik Pemerintah Belanda. Ini adalah wahana yang di dalamnya tersimpan tanaman-tanaman yang ditata sedemikian rupa sehingga memberikan nilai artistik. Ecodome ini dipinjamkan selama satu tahun sejak bulan November 2017 dan merupakan hadiah dari Pemerintah Belanda dalam rangka memperingati dua abad Kebun Raya Bogor. Sebelumnya bangunan ramah lingkungan ini dipamerkan di Philadelphia, Amerika Serikat. Ecodome memiliki suhu ruangan sehat melalui sebuah filter partikulat yang dapat membersihkan 10 ribu meter kubik udara kotor per jam. Wow!

Ecodome Rumah Masa Depan

Oh ya, berikut beberapa titik lain di Kebun Raya yang sayang jika dilewatkan, jangan lupa mampir yaa:

  1. Griya Anggrek. Di sini tersimpan sekitar 500 spesies anggrek. Rumah kaca ini letaknya lebih dekat dari Pintu III Kebun Raya Bogor. Di samping Griya Anggrek juga terdapat tempat menarik lainnya, yakni herbarium, orchidarium, laboratorium kultur jaringan dan koleksi tumbuhan obat.
  2. Danau Gunting. Letaknya di dekat Pintu Masuk Utama Kebun Raya Bogor. Di sini tersimpan kisah misteri penampakan seorang Noni Belanda di pulau kecil di tengah danau.
  3. Jembatan Pemutus Cinta. Ini adalah jembatan berwarna merah dengan panjang kurang lebih 25-30 meter. Jenisnya adalah suspension bridge yakni memiliki rangka jembatan yang tergantung pada kawat tebal. Dinamakan “Pemutus Cinta” karena tersebar mitos bahwa banyak pasangan yang putus hubungan setelah melewati jembatan ini. hehe
  4. Prasasti Reinwardt & Pekarangan Belakang Istana Bogor. Lokasi prasasti berada di dekat Danau Gunting. Di prasasti ini terukir nama “George Karl Reinwardt” si pendiri Kebun Raya Bogor. Di utara prasasti ini, anda bisa melihat pemandangan cantik pekarangan kediaman Presiden Joko Widodo. Ya, di sisi ini anda akan melihat indahnya halaman belakang Istana Bogor.

    Piknik Adalah Koentji

Bagaimana, sudah siap piknik akhir pekan ini? 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *