Menyeberang dari Malaysia ke Singapura

Perjalanan kami ke negeri jiran di medio Desember 2017 meninggalkan pengalaman berharga untuk anak-anak. Ini pertama kalinya kami mengajak anak-anak trip langsung 2 negara dalam satu waktu. Memang secara jarak, dari Johor Bahru, Malaysia ke Singapura sebenarnya cukup dekat. Karena itu menurut kami ini langkah paling tepat untuk memperkenalkan kepada anak-anak multiple country trip, sebelum nantinya kami menjelajah Eropa daratan (Aamiin Ya Rabb). Seperti kami ceritakan di artikel sebelumnya tentang Legoland, kami menginap di Apartemen Infinity Residence di Nusajaya, yang lokasinya persis di seberang taman tematik Lego satu-satunya di Asia tersebut.

Setelah check out dari apartemen di jam 12 siang, kami memutuskan naik Grab car ke JB Central. Ongkosnya 22 RM saja atau sekitar 70 ribu rupiah. Cukup murah dibandingkan naik taksi konvensional. Di JB Central ini ada Kantor Imigrasi perbatasan Malaysia-Singapura yang disebut Custom Imigration Quarantine (CIQ).

Setelah turun dari Grab, kami dengan membawa 2 koper ukuran kecil (di dalamnya muat kebutuhan untuk 4 orang selama seminggu. Well, kami memang light traveler) langsung mengikuti papan petunjuk naik ke atas menuju CIQ. Di sana sudah ada antrian untuk pemeriksaan paspor. Kami bersyukur traveling bukan di musim puncak liburan sehingga antrian tidak terlalu panjang. Setelah berhasil mendapat cap imigrasi Malaysia, kami langsung turun ke bawah menggunakan lift untuk mencari bus jurusan Singapura. Ada beberapa rute yang bisa dipilih tergantung tujuan anda di Singapura, antara lain:

  • Bus CW 1: Jurusan Kranji.
  • Bus CW 2: Jurusan Queen Street Terminal (cukup dekat dengan Bugis Street)
  • Bus CW 5: Jurusan Newton Place (cukup dekat dengan Orchard Road)

Karena kami hendak menuju Balestier Road tempat hotel kami berada, maka kami mengambil rute bus CW 2. Tapi menurut petugas, kita boleh saja naik bus yang mana saja dari JB Central, karena semua bus itu akan tetap berhenti terlebih dahulu di Woodlands (kantor Imigrasi Perbatasan Singapura-Malaysia). Ongkos bus CW 2 dan CW 5 sama, untuk dewasa 3.40 RM atau sekitar 11 ribu rupiah sementara untuk anak-anak 1.70 RM atau sekitar 6 ribu rupiah. Murah kan? Hanya dengan ongkos sebesar itu bisa menyeberang ke negara lain lho, bandingkan jika harus naik taksi atau naik Grab ke Singapura.

Papan Informasi Rute Bus
Armada Bus Baru & Nyaman

Kami yang membawa 2 anak kecil dengan 2 koper saja cukup nyaman dengan perjalanan menaiki bus, apalagi jika yang traveling adalah orang dewasa, moda transportasi ini yang paling kami sarankan. Relatif hemat waktu karena armada bus banyak, dan yang terpenting, murah!

Ongkos dibayar saat naik bus, dan sopir akan memberikan tiket. Tiket-tiket ini harus disimpan baik-baik ya, karena sesampainya di Singapura, tiket bus akan diperiksa saat kita naik bus lanjutan.  Ok, sekarang kita sudah sampai di Woodlands, waktunya pemeriksaan paspor di wilayah Singapura. Kesan kami memang di Imigrasi Singapura pemeriksaan menjadi lebih ketat, termasuk barang-barang bawaan, jam tangan, ikat pinggang semua harus dilepas. Ada juga cerita orang yang membawa produk dari Malaysia, semua harus dilaporkan ke custom alias bea cukai. Nah di perjalanan kami ini, highlightnya adalah si Ayah diminta melapor ke kantor imigrasi untuk diwawancara lebih lanjut. Petugas loket menginfokan kepada kami bahwa ini prosedur biasa, tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Meski demikian, tentu saja perjalanan kami jadi sedikit terganggu karena agak molor dari jadwal.

Seorang petugas membawa kami ke kantor imigrasi. Di situ sudah ada beberapa orang traveler lain, kalau dari topik pembicaraannya saya mengira-ngira mereka punya masalah di surat-surat atau paspor mereka. Seorang petugas lain lalu keluar dan mewawancara si Ayah, ia menanyakan alamat lengkap, bekerja di mana, tujuan di Singapura, alamat hotel dan sampai kapan berada di Singapura. Petugas terlihat mencatat dengan detil semua jawaban. Setelah itu kami diperbolehkan langsung turun ke terminal Bus yang akan membawa kami ke Singapura.

Kami naik bus CW 2, dan di sepanjang perjalanan kami melihat pemandangan daerah pinggiran di negeri kecil yang sering disebut “the little red dots” saking tidak terlihatnya di peta dunia. hehe. Ternyata Singapura pinggiran pun masih dipenuhi semak belukar dan hutan, meski demikian semuanya terlihat rapi, bersih dan terawat. Kira-kira setengah jam perjalanan barulah terlihat pemandangan kota dilengkapi gedung-gedung bertingkatnya. Lalu sampailah kami di Queen Street terminal. Di sini kami mengikuti papan petunjuk yang tersedia untuk mengantri taksi. Ya kami memutuskan untuk naik taksi ke arah Balestier Road tempat hotel kami berada, karena hari mulai sore dan anak-anak perlu segera beristirahat. Kami sampai di hotel menjelang jam 3 sore, sangat pas dengan check in time hotel.

Setelah beristirahat sebentar, menjelang malam kami langsung naik bus ke Singapore Flyer, sebuah bianglala raksasa yang merupakan observatory tower paling hitz di Singapura. Wahana ini memberikan pemandangan 360 derajat karena kita akan berada di sebuah kubikal yang dipenuhi kaca, dan berputar dengan sangat halus sampai kita tidak merasa sedang berputar di sebuah bianglala. Satu trip Singapore Flyer memakan waktu sekitar 30 menit. Wahana ini akan tutup di jam 10 malam.

Sebenarnya saya dan suami sudah pernah menaiki wahana ini 7 tahun lalu, namun saat itu kami menikmatinya di siang hari. Kali ini kami ingin merasakan sensasi yang berbeda, yakni menikmati pemandangan lampu Singapura di malam hari dari ketinggian 165 meter di atas permukaan laut. WOW! Singapura, benar-benar the city of lights.

Video selengkapnya saat kami berada di Singapore Flyer kami unggah di Channel Youtube Koper Mini ya. Kami dibuat terpana dengan Marina Bay Sands yang kerlap-kerlip di malam hari. Alhamdulillah, anak-anak mendapat pengalaman berkesan 1 hari di 2 negara yang berbeda 🙂

Comments

  1. Swastikagie

    Assalammu’alaykum, salam kenal mbak. Sy lagi cari referensi buat perjalanan perdana adik saya ke 2 negara mampir ke sini deh. Rencana perjalanan saya Jkt-KL-Melaka-Singapura. Lagi perbanyak referensi bus dari Melaka ke Singapura dan bagaimana soal barang bawaan plus imigrasi SG nantinya.

    Wah, agak deg2an juga nih soalnya rencana mau beli coklat dan berbagai macam penganan di Malaysia. Biasanya selain barang2 yg dilarang ga masalah kan ya?

    Terus kalau di imigrasi SG agak lama dan bus sudah pergi duluan kita ttp bisa naik bus lain asal sama kan ya?

    Anak2 pemeriksaan gimana, biasanya anak2 duluan atau dewasa dulu?

    Maaf jd banyak nanya, soalnya belum pernah ke SG lewat MY dan bawa anak kecil (10th).

    Terima kasih, Wasaalam

    1. Post
      Author
      Koper Mini

      Waalaikumsalam, salam kenal. Untuk barang-barang belanjaan tidak masalah mba, yang penting bukan barang-barang berbahaya yg dilarang di imigrasi, seperti senjata tajam, gunting, dst. Di imigrasi itu pemeriksaan cukup cepat dan lancar, banyak bus dengan nomor yg sama. Jadi tiketnya terusan, tidak perlu bayar lagi. Dipastikan saja antri di nomor line bus yg sama sesuai info di atas. Pemeriksaan dewasa dan anak bergantian. Karena saya bawa 2 anak, ayahnya dengan si kakak, saya dengan si adik. Selamat liburan ya 🙂

    1. Post
      Author
      Koper Mini

      Hello, maaf late response ya. Busnya nyaman banget, kayak Trans Jakarta dan ada seating priority jadi nenek bisa dapet prioritas tempat duduk. Di area imigrasi juga ada lift, tidak harus naik turun tangga. Tapi kalo bawa koper dan jalan sekitar 300 meteran tergantung neneknya fit atau tidak. Semoga masih bisa membantu ya. Salam.

  2. Dessi

    Assalamualaikum mbak..
    Kalau misal dibalik dr SG ke JB pp ber6 apakah tetap rekomendasi naik bus cw2 (jk dr bugis) lanjut grab? Sy mah pengen bgt ke premium outlet dan legoland tentunya..tp krn terlanjur punya tiket SG pp ya hrs dr SG tentunya..hmm..utk grab’nya sendiri, bisakan ya pake no hp yg biasa dipake ngegrab di INA? ga perlu ganti no SG atau MY?

    1. Post
      Author
      Koper Mini

      Waalaykumsalam, bisa, tetap naik bus CW2 dari Bugis, lanjut Grab Car ke Johor Bahru. Waktu kami ke JB, kami pakai nomor lokal Malaysia untuk menelpon2 lokal dan pesan Grab, tapi seharusnya dengan nomor Indonesia yg sudah ada aplikasi Grab juga bisa pesan, dan hub sopir lewat chat atau call di apps. Bisa juga by WA.

    1. Post
      Author
      Koper Mini

      Beli kartu lokal KL bisa di bandara, atau di convenient store terdekat (semacam 7 Eleven). Tukar uang sebaiknya di Indonesia sebelum berangkat, bisa dibandingkan harga kurs yang bagus antara bank atau penukaran valas.

  3. dewi

    assalamualaikum kak. kak mau tanya sedikit.kalau kita mau pergi ke SG dari KL. kita mau pesan tiket itu dari johro baru ke JB ya kk ya

    1. Post
      Author
  4. Sentia Dewi

    Assalamu’alaikum kak…ma’af mau tanya dokumen apa aja yg dibutuhkan klo kita menuju singapura melalui johor bahru apa cukup paspor saja ya ?Renacananya saya dan klg mau ke legoland dulu 3 hari 2 malem baru menuju ke singapura,terimakasih Kak sebelumnya.

    1. Post
      Author
      Koper Mini

      Waalaikumsalam, melalui Johor Bahru ke Sngapura cukup siapin paspor aja kak. Nanti diperiksa petugas imigrasi. Kalo lancar, bisa langsung jalan n naik bus lagi. Kalaupun ada pertanyaan, biasanya petugas nanya di Singapura nginep di hotel apa, berapa lama di Singapura. Itu aja. Selamat liburan ya. Semoga lancar semua 🙂

  5. Nila Aufa

    Hi mba, salam kenal. saya ada rencana mau berlibur ke SG tp hotel di sg menurut saya agak mahal dan kurang nyaman jika yg mau murah. saya berencana mau pesan apartemen di JB. apakah nyaman kalau setiap hari saya bulak balik jb sg? dan kira2 perjalanan membutuhkan waktu brp jam ya? dan kalau naik kreta bisa kah mba dan brp lama? thanks

    1. Post
      Author
      Koper Mini

      Hai mba Nila. Salam kenal. Menurut saya kalo PP johor Bahru-Sing setiap hari akan makan waktu dan biaya, yang selisih biayanya bisa jadi setara dengan menginap di hotel setara bintang 2 atau 3 di Sing. Jadi perlu dipertimbangkan cape di jalan juga. Belum lagi harus melalui pemeriksaan imigrasi yg cukup antre. hehe. Meskipun dari apartemen di JB kita bisa naik Grab ke JB Central. ongkosnya 70 ribu. Ditambah naik bus ke Sing harga sekitar Rp. 11 ribu/orang. Turun sesuai jurusan, lalu nyambung lagi dengan transport lain ke lokasi wisata. Tapi waktu untuk PP-nya tidak sebanding dengan nilai ekonomisnya. Saran saya tetap menginap di Singapura dengan hotel setara bintang 2 atau 3, yg harganya sekitar 1 juta rupiah/malam. Selamat liburan ya! semoga membantu 🙂

  6. Andina

    Salam kenal kak,
    Kalo dari jb ke sg naik kereta recommend ga ya? Bingung nih antara mau naik kereta atau bus aja, makasih sebelumnya

    1. Post
      Author
      Koper Mini

      Salam kenal. Naik kereta dari Sing ke JB ataupun dari JB ke Sing bisa juga, tapi saya dan keluarga belum pernah ada pengalaman naik ini. Kami prefer naik bus, karena halte bus ada di depan apartemen kami di JB, jadi lebih praktis. Kalau anda menginap di dekat stasiun, pastinya naik kereta lebih praktis. Bisa juga simak pengalaman blogger yang pernah naik kereta di link ini: https://ruswinar.wordpress.com/2017/11/05/singapura-johor-baru-lebih-praktis-naik-kereta-api/

    1. Post
      Author
      Koper Mini

      Bisa bolak balik tiap hari, tapi tetap harus melalui pemeriksaan imigrasi ya. butuh waktu sedikitnya 30 menit untuk antrean cek paspor. Bisa lebih, kalau lagi ramai atau musim liburan.

  7. Kiki Purwanto

    Kak maaf mau tanya saya kan kerja KL mau main ke SG apa saja syaratnya apa paspor aja ,soalnya saya masih ragu pas d imigrasi gak bisa masuk

    1. Post
      Author
      Koper Mini

      Halo. Dari Malaysia ke Singapura cukup siapkan paspor saja. Tidak perlu visa kok. Biasanya di imigrasi hanya ditanya berapa lama di Singapura dan menginap di mana. Selamat berlibur ya!

  8. andre

    halo kak,mau nanya, jd nnti kita di malaysia dan singapura , kalo mau beli oleh2, harus ganti mata uang dulu y dari rupiah ke ringgit malaysia?

    1. Post
      Author
      Koper Mini

      Iya betul, di Malaysia mayoritas toko menerima Ringgit Malaysia atau US Dollar. Di Singapura, mayoritas toko menerima Dollar Singapura atau Dollar AS. Kalau tidak mau terlalu rugi di penukaran uang, bisa pakai kartu kredit. tinggal gesek saja. Selamat berlibur ya 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *