Menggunakan Transportasi Publik di Hong Kong

Hong Kong adalah metropolitan yang menawarkan berbagai kemudahan untuk berpindah dari satu titik ke titik lain, semua transportasi publik di Hong Kong terintegrasi. Berwisata dengan anak-anak kecil sudah penuh dengan tantangan, alangkah lebih baik jika urusan transportasi beres, jadi kita tidak perlu tersesat atau berjalan jauh dan terpaksa menggendong si kecil yang mulai merengek kelelahan. Sebelum berangkat ke Hong Kong kami sudah melakukan riset untuk menentukan transportasi lokal yang akan kami pilih.

Tiba di Hong Kong International Airport

Kami tiba di bandara internasional Hong Kong yang terletak di Pulau Chek Lap Kok saat matahari baru terbangun dari peraduan. Kami memutuskan menumpang taksi untuk menuju hotel kami di kawasan Wan Chai. Ini karena kami berempat membawa 1 luggage besar berukuran 30 kilogram dan 1 back pack. Setelah dihitung-hitung perbandingan dengan naik Mass Transit Railway atau MTR (MRT-nya Hong Kong) atau bus belum lagi kerepotan membawa koper, tarik sana sini dan masih berjalan kaki, selisihnya hanya sedikit. Jadi kami memilih cara yang lebih simpel. Naik taksi, lebih mahal yakni 300 Dollar Hong kong atau setara 500 ribu rupiah, tapi worth the price, karena kita tinggal duduk nyaman sambil menikmati pemandangan kota. Masih sempat mendokumentasikan video perjalanan dan anak-anak happy. Apalagi mereka baru saja menempuh penerbangan panjang di malam hari.

Perjalanan dengan Taksi Menuju Kota

Tapi jika anda adalah light traveler dan tidak sedang membawa anak kecil, tentu kami rekomendasikan untuk naik bus atau naik MTR Airport Express saja karena harganya relatif murah. Jika traveling sendiri, tiket Airport Express sekali jalan seharga 100 Dollar Hong Kong setara 175 ribu rupiah per orang, atau bisa juga membeli tiket sekali jalan dan sekaligus tiket untuk naik MTR (unlimited) selama 3 hari, seharga 220 Dollar atau setara 380 ribu rupiah.

Sebelum menaiki transportasi publik di Hong Kong kita memang harus membeli dan mengisi saldo kartu Octopus Card. Kartu ini tersedia di konter khusus di bandara dan juga di gerai-gerai minimarket yang tersebar di seluruh Hong Kong. Ada Octopus Card untuk anak-anak usia 3-11 tahun, dewasa dan lansia. Harga deposit per kartu adalah 50 Dollar Hong Kong atau setara 90 ribu rupiah per orang. Kartu ini bisa dipakai untuk naik MTR, bus dan tram di seluruh wilayah Hong Kong. Kalau saldo menipis, jangan lupa untuk mengisinya di gerai-gerai minimarket terdekat.

Nah, setelah sampai di Wan Chai, kami langsung menitipkan koper di resepsionis hotel dan segera berjalan-jalan sambil menikmati suasana pagi di sini. Setelah sarapan di gerai McDonalds yang letaknya di seberang hotel, kami langsung menaiki tram tingkat atau double decker yang oleh warga lokal Hong Kong disebut “Ding Ding” untuk keliling kota. Selain ramah lingkungan, karena tidak menggunakan AC, Ding ding juga relatif murah, untuk setiap trip ongkosnya $2.30 Dollar atau setara 4 ribu rupiah saja.  Di hari pertama ini, target kami tak muluk-muluk sih, hanya berkeliling di sekitar Wan Chai saja dan malamnya kami berencana menonton pertunjukan laser di Tsim Tsa Sui.

Pemandangan Kota dari Tram

Ternyata halte Ding Ding ada persis di samping hotel kami. Dengan riang kami melihat informasi yang tertera di halte. Ada tram yang bisa melewati Victoria Park, wah ini sih sekali mendayung 2 pulau terlampaui. Siapa yang tidak kenal Victoria Park? di situlah tempat para pekerja migran Indonesia kerap berkumpul di akhir pekan. Karena niat kami keliling kota naik Ding Ding, maka kami sudah cukup happy sudah melintasi taman ini. Saat itu Victoria Park tidak terlalu ramai.

Anak-anak sangat menikmati naik tram. Tram memang seolah diciptakan untuk menghibur turis, semua jendela terbuka lebar, kecepatannya statis, tidak terburu-buru, sangat tidak cocok untuk orang berangkat kerja. Seperti kata teman saya yang bermukim di Hong Kong “I ride buses each day to work. I can’t go with tram, that is too time consuming”. hahahaha, bisa-bisa telat terus ngantor ya.

Tram di Wan Chai

Seiring angin sepoi-sepoi membelai wajah kami, suara klakson khas Ding Ding berteriak-teriak seolah meminta pejalan kaki di depan minggir dari rel. Kami liburan ke Hong Kong di bulan April saat musim semi, suhunya rata-rata 20an derajat celsius. sangat bersahabat untuk kami pergi berjalan-jalan di luar. Seperti apa rasanya naik Ding Ding di Hong Kong? videonya ada di channel Youtube Koper Mini di http://bit.ly/koper-mini  ya. Jangan lupa subscribe.

Nah di malam hari kami berencana ke Avenue of The Star, sebuah taman semacam Hollywood Walk of Fame yang terletak di pinggir Pelabuhan Victoria di kawasan Tsim Sha Tsui. Taman ini dibuat untuk menghormati para selebritas yang telah mengharumkan industri perfilman Hong Kong. Siapa sih yang tidak kenal Bruce Lee? atau Jackie Chan? dan Jet Li? hehe. Favorit kami semua adalah Bruce Lee. Anak-anak bahkan heboh berfoto dengan gaya si master Kung Fu. Ciiaaaatt!

Avenue of The Star

Kami pergi dari hotel di kawasan Wan Chai ke Tsim Tsa Shui dengan menumpang MTR. Untuk menuju Avenue of The Star kita harus turun di East Tsim Sha Tsui Station lalu naik lift di Exit P1. Di sini exit kereta memang banyak dan bercabang, pastikan anda keluar di exit yang benar jika tidak ingin berjalan terlalu jauh ke gedung atau area tujuan. Jangan lupa siapkan kartu Octopus dan simpan di tempat yang mudah dijangkau, misal di saku celana atau di saku depan tas anda. Kami sekeluarga merasa nyaman naik MTR, semua serba cepat, on time dan bersih. Kekurangan MTR hanya satu, kita tidak bisa melihat pemandangan kota karena sebagian besar MTR di Hong Kong beroperasi di dalam tanah.

Di Avenue of the Star juga ada cetakan telapak tangan dan juga tanda tangan para selebritis Hong Kong. Taman ini juga sering dimanfaatkan warga Hong Kong untuk menikmati malam di bawah kerlip lampu. Banyak sekali bangku taman yang disediakan, sehingga pengunjung bisa sejenak beristirahat setelah berfoto di semua sudut.

Nah, bergeser sedikit dari Avenue of The Star, menuju ujung Pelabuhan ini, kita akan bisa melihat panorama Victoria Harbour. Di sinilah titik untuk menikmati pertunjukan laser yang digelar tiap malam, yakni “the Symphony of Lights Display”. Setiap jam 8 malam waktu setempat. Pertunjukan ini tercatat Guinnes Book of World Records sebagai pertunjukan laser terbesar di dunia. Di sini para turis bisa menikmati orkestrasi musik, lampu, cahaya laser dan kembang api. Pertunjukan ini berdurasi sekitar 14 menit.

Puas Menonton Laser Show
Hong Kong di Malam Hari

Pertunjukan laser selesai, kami pun pulang menuju hotel kembali dengan menaiki MTR dari East Tsim Sha Tsui Station dan turun di Wan Chai Station. Tidak terasa seharian penuh kami menggunakan transportasi publik di Hong Kong. Lumayan untuk pemanasan, masih ada itinerary besok dan lusa, yang pasti kami akan sering naik MTR dari satu titik ke titik lain.

Yuk berpetualang, let’s get lost together, as long as we have each other. hehehe

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *