Bergaya Ala Putri Korea di Istana Gyeongbokgung Seoul

Siapa yang sampai sekarang masih terkena demam K-drama alias drama korea? Anda tak sadar ikut bernyanyi waktu mendengar lagu Blackpink dan BTS? Korea Selatan memang sangat gencar mempromosikan kebudayaannya, baik yang tradisional maupun yang populer pada masyarakat mancanegara. Maka tidak heran jika banyak wisatawan dari luar negeri, apalagi dari Indonesia yang tertarik berwisata ke Seoul, Korea Selatan.

Gyeongbokgung Palace

Salah satu destinasi wisata utama di Ibu Kota Korea Selatan, Seoul, adalah Istana Gyeongbokgung. Istana ini dikenal sebagai The Northern palace karena lokasinya terletak paling utara dibandingkan istana-istana lainnya. Istana ini merupakan istana terbesar yang dibangun oleh Dinasti Joseon. Istana Gyeongbokgung juga berdekatan dengan wisata di Seoul lainnya seperti Bukchon Hanok Village dan Gwanghwamun Square. Gyeongbokgung Palace bisa diakses melalui exit stasiun Subway Gyeongbokgung Station (Seoul Subway Line 3) dan exit 5.

Arsitektur Istana Gyeongbokgung yang cantik

Gyeongbokgung artinya “Istana yang sangat diberkati surga”. Bangunannya mulai didirikan oleh seorang arsitek bernama Jeong do jeon pada tahun 1394. Sejak saat itu Istana Gyeongbokgung menjadi kediaman kepala negara dari Dinasti Joseon.

Di luar pagar Istana Gyeongbokgung

Nah, waktu kami berkunjung ke Istana Gyeongbokgung di bulan Maret 2018, sebagian Istana ini masih ditutup karena sedang ada event besar. Namun hal ini tidak mengurangi keindahannya. Begitu memasuki area Istana yang luas, kami seperti tersihir dan merasa seperti sedang berada di era Dinasti Joseon. Selain arsitekturnya yang megah, kami juga mengagumi penampilan para wisatawan yang sudah disulap bak Putri dan Pangeran Korea. Hehehe, ya mereka rupanya sudah berdandan memakai Hanbok, busana tradisional Korea Selatan.

Kami memakai Hanbok di Istana Gyeongbokgung

Seperti layaknya busana-busana tradisional negara lain, harga Hanbok terbilang mahal. Tapi jangan khawatir, kalau hanya untuk selfie dan bergaya di istana, kita cukup menyewanya saja. Dan saat ini banyak sekali toko-toko penyewaan Hanbok yang tersebar di setiap sudut dekat Istana Gyeongbokgung ini.

Hanbok biasanya digunakan untuk acara semi formal maupun acara formal dan juga biasa digunakan masyarakat pada festival. Kalau kami perhatikan, rata-rata Hanbok berwarna cerah dan tersedia dalam beragam motif.

Jenis dan motif Hanbok beraneka ragam

Ada sejumlah toko penyewaan yang bisa dijadikan referensi, namun kami pilihkan 2 yang terdekat dari Istana Gyeongbokgung:

  1. Best Hanbok

Lokasinya di depan Stasiun Gyeongbokgung. Tarif sewa Hanbok standar untuk wanita mulai dari 10 ribu won atau setara 115 ribu rupiah untuk 2 jam, sementara Hanbok pria mulai 15 ribu won atau setara 175 ribu rupiah.

2. Seohwa Hanbok

Lokasinya sekitar 50 meter dari Exit no. 4 Gyeongbokgung Station. Letaknya di sudut jalan menuju Istana Gyeongbokgung. Di sini, tarif sewa Hanbok wanita dan pria sama saja, yakni seharga 20 ribu won atau setara 237 ribu rupiah untuk 4 jam. Tapi jika anda ingin menyewanya lebih lama, bisa juga mengambil tarif seharian, yakni seharga 28 ribu won atau setara 332 ribu Rupiah. Bisa pakai sepuasnya, tapi harap diingat Hanbok ini harus dikembalikan sebelum toko tutup ya.

Toko penyewaaan Hanbok

Nah, biasanya tarif di atas sudah termasuk hiasan di rambut, atau bando (untuk yang memakai hijab). Setelah selesai berdandan, sebaiknya langsung mencari spot-spot foto yang menarik di sekitar Istana. Sekarang waktunya jadi Putri Korea sehari! Yuuk langsung berburu foto-foto cantik untuk diunggah ke instagram. Klik!

Keluar dari toko langsung jadi Putri Korea 🙂

Untuk masuk ke istana Gyeongbokgung sebenarnya pengunjung perlu membayar tiket seharga 1.500 won atau setara 17 ribu Rupiah untuk anak-anak dan 3 ribu won atau setara 35 ribu Rupiah untuk dewasa. Cukup murah kan? Namun jika kita memakai Hanbok, kita bisa masuk secara gratis. Hehe. Mungkin ini sudah sepaket dengan harga sewa Hanbok yang cukup mahal ya.

Halaman Istana Gyeongbokgung yang sangat luas

Selain menjelajahi seluruh sudut Istana, kita juga bisa berfoto di halaman Istana yang luas dan ditumbuhi pepohonan yang rindang. Rasanya benar-benar seperti Putri-putri Korea yang ada di serial drama korea bersetting Dinasti Joseon. Pengalaman ini akan jadi kenangan yang tak pernah terlupakan.

The National Palace Museum of Korea letaknya di samping Istana

Di samping Istana ini kami juga melihat sebuah bangunan megah bertuliskan National Palace Museum of Korea. Tentu saja kami terus melangkah mendekati gedung ini, karena penasaran seperti apa sih benda-benda yang dipamerkan di museum ini. Meskipun kami harus mematuhi aturan museum, yakni tidak boleh mengabadikan gambar ataupun video, kami tak henti-hentinya berdecak kagum melihat Hanbok milik Raja, Ratu dan para Putri yang dipamerkan di museum ini. Semua lengkap dengan aksesoris dan juga penjelasan rinci tentang konteks sejarah di masa lampau.

Salah satu pintu di Istana Gyeongbokgung

Saking asyiknya kami berkeliling, tak terasa waktu sudah beranjak sore. Kami tidak ingin terlambat mengembalikan Hanbok, karena jika terlambat 10 menit saja, kami harus membayar 3 ribu won.

Istana Gyeongbokgung buka setiap hari kecuali hari selasa mulai pukul jam 09.00 – 18.00 waktu setempat. Di itinerary perjalanan anda, pastikan anda menyediakan satu hari penuh di kawasan ini, karena selain ke Istana Gyeongbokgung, anda juga bisa berfoto dan menikmati suasana di desa tradisional Korea, Bukchon Hanok Village dan juga ke Gwanghwamun Square.

Gwanghwamun Square

Gwanghwamun Square yang dikenal juga sebagai Gwanghwamun Plaza sangat terkenal di kalangan fans Drama Korea sebagai lokasi syuting. Di sini kita bisa melihat patung Raja Sejong dan juga patung Laksamana Lee Sun Shin.

Patung di Gwanghwamun Square

Kawasan Gwanghwamun ini banyak digunakan untuk tempat berkumpul masyarakat Seoul, baik untuk berpiknik maupun untuk menggelar aksi bersama.

Bukchon Hanok Village

Nah, untuk menuju ke Bukchon Hanok Village, kami sarankan anda menggunakan subway dan turun di Anguk Station (Seoul Subway Line 3, Exit 2) dan berjalan kaki kurang lebih 300 meter. Sementara untuk pergi ke Gwanghwamun Square, anda bisa turun di stasiun City Hall (Exit 3) atau Stasiun Gyeongbokgung (Exit 6 dan 7) atau bisa juga turun di Stasiun Gwanghwamun (Exit 1,2 dan 8). Sekarang anda siap menjelajahi destinasi-destinasi utama di Seoul. Selamat berlibur!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *