Sudah lama Jingga & Bara menginginkan tempat tidur susun untuk kamar mereka. Rupanya inspirasi itu datang dari serial “Peppa Pig”. Di serial kartun asal Inggris itu, si kakak “Peppa” tidur satu kamar dengan si adik “George” dan mereka menggunakan bunk bed alias tempat tidur susun.
“Bunda, aku mau tidur di bunk bed sama adek…” kata Jingga. Adiknya juga tidak mau kalah “Iya bun, nanti aku tidur di atas, kakak di bawah” sahut Bara. Ayah dan Bundanya hanya bisa geleng-geleng kepala. Maklum, baru saja sebulan sebelumnya kami merenovasi kamar kakak, mulai dari cat ulang, menghiasinya dengan wall sticker dan melengkapi furnitur di dalamnya termasuk tempat tidur ukuran single, satu set meja belajar, papan tulis dan cabinet untuk menyimpan mainan. Skenario bunk bed tidak ada di rencana kami karena anak kami perempuan dan laki-laki, dan menurut kami di usia Sekolah Dasar perlu segera dipisahkan kamarnya.
Akhirnya demi meredam drama bunk bed ini, kami memutuskan mengadopsinya untuk staycation kami kali ini. Karena akhir pekan ini cukup singkat, hanya 2 hari, kami berencana menghabiskannya di seputaran Jakarta. Sebenarnya kami sudah mengincar sebuah properti yang dilengkapi bunk bed di Airbnb, tapi sayang ada syarat harus menginap minimal 2 malam di sana. Karena kami hanya bisa menginap semalam, akhirnya pilihan jatuh ke Hotel Ibis Menteng yang memang sejumlah kamarnya didesain dengan model tempat tidur susun.

Karena interiornya pun berwarna warni, kami yakin anak-anak juga suka. Harganya murah meriah, di aplikasi Traveloka, kamar hotel ini dibanderol 430 ribu rupiah. Alasan penunjang adalah karena hotel ini letaknya persis bersebelahan dengan Taman Menteng, sebuah ruang terbuka hijau yang jadi kebanggaan warga ibu kota.
Sesuai dugaan. Baru saja masuk ke kamar hotel, anak-anak sudah berteriak kegirangan. Bara bahkan langsung memanjat naik ke ranjang di level 2. Sesuai ciri khas bunk bed, Ada tangga di pinggir tempat tidur ini, meski demikian bunk bed di hotel ini tidak cocok untuk anak di bawah usia 3 tahun. Pihak hotel juga sudah memberikan catatan keamanan di sebuah sticker di sisi tempat tidur.


Sebenarnya kamar ini didesain untuk bisa ditempati 3 orang dewasa. 2 di ranjang berukuran queen size, dan 1 lainnya tidak di extra bed, melainkan di ranjang tingkat. Tapi untuk kami, ranjang di level 2 ini bisa untuk ditempati anak-anak.
Di sore hari kami menghabiskan waktu di Taman Menteng. Anak-anak sudah siap dengan peralatan tempurnya. Si kakak berlatih inline skate, sementara si adik cukup puas dengan skateboard mini-nya. Kami berkeliling Taman Menteng yang sebenarnya tidak terlalu luas.

Bagusnya di dalam juga ada playground yang bisa dinikmati secara gratis. Anak-anak bisa main ayunan dan perosotan di situ. Di sudut taman saya melihat ada seorang ibu yang berjualan bubble atau gelembung-gelembung sabun. Ternyata banyak juga anak-anak yang heboh berlari-lari sambil menangkap gelembung-gelembung itu. Serunyaaaa…..

Liburan murah meriah ini jadi lebih bermakna karena bisa menikmati langsung fasilitas yang dibangun Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Kami pun berkhayal semakin banyak taman-taman dan ruang terbuka hijau lain yang dibangun di seluruh penjuru nusantara. Pasti indeks kebahagiaan anak-anak Indonesia semakin meningkat.

Untuk pecinta kuliner dan tempat nongkrong, menginap di Menteng bisa dibilang pilihan tepat. Di dalam area Hotel Ibis ini, ada beragam gerai internasional termasuk Starbucks dan Liberica Coffee. Menyeberang sedikit, di depan sudah ada berbagai pilihan menu, dari Thamnak Thai ala Thailand, Sate Khas Senayan, menu khas Sumatera Barat Natrabu, Sumo Sushi, hingga menu khas Vietnam. Untuk yang suka jalan-jalan malam juga ada Nasi Goreng Gila Menteng yang tersohor itu.
Well, penghujung pekan memang sudah seharusnya ditutup dengan bergembira. Karena hati yang bahagia jadi bahan bakar menaklukkan dunia di hari kerja. Hehe. Selamat berakhir pekan semuanya…




