Mabok Durian di Kafe Abundacio Malang

Anda penyuka Durian alias Duren? Jika sedang berada di seputaran kota Malang, Jawa Timur, jangan lupa sempatkan mampir ke Kafe Durian Abundacio yang beralamat di Jalan Raya Tegalweru no. 14, Bulurejo, Tegalweru, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang. Letaknya memang sedikit di pinggiran kota, namun secara jarak, sebenarnya hanya 12 kilometer dari pusat Kota Malang. Jika berkendara dengan mobil dari kota, anda akan menempuh waktu 30 menit saja.

Kafe Abundacio Malang

Kafe Durian Abundacio ini terletak di dalam Kawasan yang sama dengan Wisata Agro Petik Jeruk Tegalweru, persisnya berdekatan dengan SMP Negeri 1 Dau. Saat tim Koper Mini berkunjung ke Abundacio di pertengahan Desember 2021 lalu, suasana di Dau mendung dan gerimis, udara sangat sejuk, suhu sedikit lebih dingin dibandingkan di kota Malang, sekitar 20an derajat Celsius. Sejauh mata memandang, kami melihat hamparan perkebunan yang luas. Selain durian, banyak juga pohon-pohon jeruk. Area parkir kafe Abundacio sangat luas. Dengan berjalan sejenak dari kawasan parkir, kita sudah bisa melihat area kafe yang sengaja didesain terbuka, menyatu dengan alam, di bagian bawah kafe ini juga ada tenda-tenda warna warni yang bisa digunakan pengunjung untuk bersantai. Di depannya sudah disiapkan sebuah panggung yang nantinya setelah pandemi berlalu, akan dimanfaatkan untuk hiburan live music.

Tim Koper Mini di Area Tenda Abundacio

Di Abundacio, selain bisa menikmati beragam jenis durian, mulai dari durian montong, bawor, kunir, matahari dan jenis durian lokal lainnya, anda juga bisa mengajak keluarga memetik langsung durian dari pohonnya. Harga duren lokal beragam, mulai dari 50 ribu rupiah. Sementara untuk jenis Montong, dihargai 70 ribu hingga 80 ribu rupiah per kilogram. Ada juga yang dijual secara paket, yakni 100 ribu rupiah untuk 3 buah. Rasanya tidak menipu lho.

Tim Koper Mini Mencicipi Durian Abundacio
Pilih Durian yang mana saja? Semuanya enak!

Menurut kami, durian lokal yang berukuran kecil, justru buahnya lebih manis daripada durian Montong yang bentuknya besar seperti ini. Tapi itu selera ya, silakan dicoba langsung. Hehe

Durian Matang Pohon

Dari obrolan dengan pengunjung lain, kami jadi tahu bahwa kafe Abundacio ini adalah milik Mantan Walikota Malang, H. Anton atau yang akrab dipanggil Abah Anton. Rupanya sejak tahun 1998, Abah Anton sudah mulai menanam durian di lahan seluas 4 hektar itu.

Abah Anton dan durian

Dari tadi kami juga penasaran, kenapa Abundacio disebut dengan Kafe. Oh, ternyata di dalam restoran ini juga tersedia hidangan ala kafe lho. Ada berbagai cemilan ringan seperti kentang goreng, singkong goreng, tempe mendoan dan lain sebagainya dengan harga mulai dari 8 ribu rupiah. Wow! Murah banget ya. Selain itu ada berbagai racikan kopi, mulai dari Americano, Café Latte, Cappucino dan lain sebagainya dengan harga mulai 13 ribu rupiah saja. Lumayan yaa, buat teman nongkrong sambil menikmati udara sore yang sejuk. Hmm, nikmatnyaaa…

Menu di Kafe Abundacio Malang

Buat anda dan keluarga yang datang di jam makan siang atau makan malam, juga bisa menikmati makanan berat yang disajikan di kafe ini. Semua menu masakan ala “kampung” disajikan secara prasmanan. Anda tinggal mengambil menu sepuasnya dan membayarnya kemudian. Menu paling favorit di sini adalah nasi jagung dan nasi empok dengan didampingi sayur pedas, atau istilah Bahasa Jawa-nya “Jangan pedes”. Sayur ini sebenarnya serupa dengan sayur lodeh tempe, seperti yang banyak ditemui di desa. Nikmaatnyaa!

Menu Prasmanan di Kafe Abundacio Malang

Jadii, tunggu apa lagi? Buat yang sedang berwisata ke kota Malang, wajib nongkrong di sini ya. Kafe ini buka setiap hari (kecuali hari Kamis) dari jam 8 pagi hingga jam 8 malam. Selamat mabok durian!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *