Anak-anak sebenarnya sudah pernah bermain di Kidzania Jakarta sebelumnya, karena mengikuti rombongan field trip di sekolah mereka, namun ternyata rasanya tetap berbeda, jika mereka didampingi langsung oleh orang tua. Kami bisa melihat langsung bahagianya mereka saat menjalankan profesi orang dewasa, dan mendapat imbalan “gaji” berupa uang Kidzos, yang merupakan mata uang resmi di Negara Kidzania. Akhir pekan kali ini, kami bertekad mengantar mereka langsung ke arena permainan edukatif yang terletak di Mal Pacific Place, Kawasan Niaga Sudirman, Jakarta itu.

Untuk memudahkan, kami membeli tiket masuk Kidzania secara online di aplikasi tiket.com dan saat itu ada potongan diskon, dari harga normalnya yakni Rp. 200 ribu Per anak dan Rp. 100 ribu untuk dewasa. Harga ini bisa lebih murah untuk pengunjung yang masuk di hari kerja (Senin sampai dengan Jumat). Jam operasional Kidzania pada hari Senin-Kamis adalah pukul 09.00-14.00, pada saat akhir pekan terdapat 2 sesi pukul 09-00-14.00 WIB dan 15.00-20.00 WIB. Kami memilih sesi sore, di akhir pekan.

Sesampainya di lantai 6 Mal Pacific Place, kami langsung menukarkan kupon online tadi dengan gelang masuk. Masing-masing anak dan orang tua, wajib menggunakan gelang ini selama berada di kawasan Kidzania. Seperti dalam bayangan kami sebelumnya, Kidzania adalah sebuah fasilitas indoor menyerupai replika sebuah kota kecil namun dalam ukuran anak-anak, lengkap dengan jalan raya, bangunan, toko ritel juga berbagai kendaraan yang meramaikan jalanan di sekeliling kota.

Kawasan ini dibangun sebagai pusat rekreasi berkonsep edutainment untuk anak-anak usia 2-16 tahun serta orang tuanya. Dipandu oleh Zupervizor, anak-anak dapat menyelami langsung dunia kerja orang dewasa dan belajar menghargai nilai uang, seperti di kehidupan kita sehari-hari.

Sedikit tips, sebaiknya anak-anak dan orang tua mengenakan baju dan sepatu yang nyaman, karena mereka akan banyak bermain dan melakukan aktifitas fisik seharian di sini.

Ok! Petualangan pertama anak-anak hari ini dimulai di kantor Polisi. Loh?!
Ya, mereka memilih untuk bermain peran sebagai petugas polisi, lengkap dengan seragamnya. Sebelum menjadi Polisi, mereka mendapat arahan dan bimbingan dari kakak Komandan. Mereka menonton video tutorial dan mendengarkan kakak Zupervizor dengan seksama.

Oh, ternyata tugas perdana mereka adalah menangkap buronan yang kabur dari sel penjara. Waduh, ngeri-ngeri sedap nih tugasnya. Tapi anak-anak terlihat menikmati berlari mengejar penjahat. Sekelompok anak ini menyusuri sudut kota Kidzania untuk menangkap kembali si buronan. Dan, aha! Itu dia penjahatnya yang mencoba bersembunyi di sebuah sudut toko. Anak-anak langsung berlari, menyergapnya. Kami orang tua, hanya bisa tertawa melihat tingkah buronan yang lucu.

Petualangan berikutnya adalah di pabrik roti. Di sini, anak-anak mendapat kesempatan menjadi koki kecil. Mereka diajari cara membuat adonan roti, menguleni dan membentuknya sebelum dipanggang. Waah, seru banget yaa…bau harum roti manis menggoda perut kami yang mulai keroncongan. Padahal orang tua tidak boleh masuk ke area bermain anak-anak. Kami hanya bisa melihat mereka dari kaca-kaca pabrik roti ini. Tapi jangan khawatir soal keamanan ya, parents, karena di setiap sudut negara Kidzania ini sudah dipasang kamera intai alias CCTV. Jadi orang tua tetap bisa memantau keberadaan anak-anak mereka. Serunya lagi, hasil memanggang roti diberikan langsung ke anak-anak. Mereka tampak mengagumi hasil karya mereka sendiri. Jangan lupa membuang sampah kardus bekas roti ke tempat-tempat yang sudah disediakan ya 🙂

Selanjutnya mereka masuk ke dalam hotel. Oh, rupanya anak-anak tertantang bekerja menjadi pegawai hotel. Kakak Zupervizor mengajarkan mereka cara merapikan tempat tidur, memasang sprei dan bed cover, juga melipat handuk. Untuk setiap pekerjaan yang mereka lakukan, mereka menerima imbalan “gaji” berupa uang Kidzos, yang nantinya bisa ditukarkan dengan souvenir kecil yang bermanfaat, seperti pulpen, note book dan lainnya. Selain dapat belajar mengenai profesi, anak-anak juga belajar menghargai nilai uang dengan cara memilih profesi yang mereka inginkan lalu mendapatkan upah atas pekerjaan yang mereka lakukan.
Anak-anak memang selalu penuh energi, tapi jangan lupa untuk mengingatkan mereka untuk mengisi perut sebelum melanjutkan permainan ya. Pengunjung dilarang membawa makanan dari luar. Tapi di dalam Kidzania kita dapat menukar kupon dengan air mineral, dan tersedia juga banyak gerai makanan, dari mulai burger, pizza, ayam goreng dan nasi, kudapan seperti popcorn, juga salad dan buah potong. Setelah mengisi perut, barulah anak-anak bisa melanjutkan petualangan mereka. Oh ya, di Kidzania juga disediakan musholla (tempat sholat) yang bersih dan nyaman.
Petualangan berikutnya, anak-anak memilih bekerja menjadi Pilot. Lokasi flight simulator ini ada di lantai 2. Orang tua hanya bisa memantau kegiatan anak-anak melalui CCTV. Menurut mereka, di sini mereka benar-benar dilatih menjadi pilot, belajar mengemudikan pesawat terbang, lengkap dengan simulatornya. Wah, keren banget ya!

Setelah itu, mereka mulai tergoda dengan aroma coklat yang wangi. Di jendela kaca besar itu, terlihat pemandangan yang begitu berkesan, anak-anak belajar membuat coklat. Tentu saja dengan bahan-bahan coklat asli. Wow, ini kesukaan si kecil! Tanpa ragu mereka mengantre. Maklum Pabrik coklat ini banyak peminatnya. Pastikan anak-anak mengantre dengan baik ya. Setelah masuk, mereka mendapat apron (celemek) dan topi. Lalu mulai deh petualangan membuat coklat yang lezat. Hmmm… Jangan khawatir, hasil mereka berkreasi bisa dibawa pulang kok. Tapi anak-anak kami memilih langsung memakannya, nyam nyam nyam. Dalam hitungan detik, coklat buatan mereka sudah ludes. Rasanya tidak kalah dengan yang biasa dijual di supermarket gaes.
Hari mulai beranjak malam, anak-anak memilih menutup petualangan hari ini dengan menjadi wartawan, seperti profesi yang digeluti Ayah dan Bunda-nya. Namun, kali ini mereka menjadi wartawan harian cetak alias koran. Mereka juga mendapat rompi dan ID card pers loh. Seru banget melihat nama mereka tercetak di kartu tanda pengenal pers itu. Mengingatkan masa-masa Ayah Bunda-nya di awal-awal turun liputan. Mereka ternyata ditugaskan mewawancarai tentang industri pariwisata. Hasil wawancara mereka langsung dimuat di koran hari itu. Anak-anak masing-masing bisa membawa pulang artikel hasil kerja mereka. Dan tak lupa mendapat gaji uang Kidzos.

Nah sekarang waktunya menukarkan semua hasil jerih payah mereka dengan souvenir. Aha! Anak-anak berhasil mendapat pulpen, rautan pensil dan buku. Mereka tampak puas. Orang tua juga senang anak-anak mendapatkan pengalaman baru dengan bermain profesi orang dewasa. Semoga kelak ketika dewasa, mereka bisa menghargai hasil kerja keras ya. Selamat berakhir pekan!




